Saat ini, mengajukan pinjaman tunai sangatlah mudah karena banyak lembaga keuangan atau financial technology (fintech) yang menyediakan layanan keuangan mulai dari pembayaran hingga pinjaman tunai yang dapat Anda akses di ujung jari Anda. Jadi Anda tidak lagi harus berkutat dengan proses yang panjang, seperti antri di bank atau mengecek perumahan dan bekerja seperti yang dilakukan lembaga keuangan konvensional.

Namun terlepas dari fasilitas ini, bukan berarti setiap orang dapat menggunakan layanan pinjaman tunai tanpa harus melihat situasi keuangan dan kualifikasi kredit seseorang. Tak sedikit pula yang lalai mendapatkan pinjaman karena berbagai alasan.

Apa alasannya? Yuk simak kemungkinannya berikut ini.

Penghasilan tidak memenuhi syarat

Sama seperti bank, fintech yang memberikan layanan kredit online dan pinjaman tunai juga memiliki syarat yang harus dipenuhi oleh calon nasabah. Salah satunya adalah pendapatan minimal. Bukan tanpa alasan, fintech ingin memastikan nasabah bisa mengembalikan dana pinjamannya.

Sayangnya, tidak jarang orang yang tidak memiliki penghasilan yang dibutuhkan saat mengajukan pinjaman untuk mendaftar di lembaga keuangan ini juga. Jika Anda melakukannya, pengajuan kredit ditolak secara permanen. Karena itu, sebelum mengajukan, pastikan penghasilan bulanan Anda memenuhi syarat. Tidak hanya itu, baca ketentuan lainnya agar proses pengajuan lebih lancar.

Besarnya angsuran lebih besar dari pendapatan

Saat mengajukan pinjaman tunai melalui fintech, terlebih dahulu mereka akan mengecek kondisi keuangan calon peminjam. Mulai dari penghasilan hingga jumlah hutang yang mereka miliki. Jika pada saat konfirmasi ternyata Anda sebagai calon debitur memiliki jumlah angsuran yang lebih besar dari pendapatan, jelas lembaga kredit akan mempertimbangkan kembali pemberian pinjaman. Logikanya, bagaimana cara mengembalikan dana, padahal pendapatannya sudah lebih rendah dari cicilan lainnya?

Tidak memiliki dokumen keuangan resmi di bank

Untuk mengajukan pinjaman tunai, baik di lembaga konvensional maupun online, Anda harus memiliki dokumen keuangan resmi di bank. Karena dari situ mereka akan menilai apakah kondisi keuangan calon nasabah cukup baik atau tidak untuk mendapatkan pinjaman. Setidaknya Anda harus memiliki rekening tabungan di bank. Karena sebaliknya, akan sulit mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan resmi mana pun.

Itulah beberapa alasan yang bisa membuat pengajuan pinjaman tunai Anda ditolak oleh lembaga pemberi pinjaman online. Pastikan Anda memenuhi semuanya terlebih dahulu. Setelah itu, ajukan pinjaman. Jangan lupa untuk mendaftar ke pemberi pinjaman online terkemuka. Salah satu fintech terpercaya yang bisa dipilih adalah idscore.id.

Bentuk pinjaman yang diberikan oleh idscore.id adalah pagu kredit hingga Rp30 juta untuk digunakan dalam pembelian online dan offline dan diberikan dalam bentuk pinjaman tunai. Manfaat yang dikenakan idscore.id untuk berbelanja mulai dari nol persen selama 30 hari atau dari 2,95 persen per bulan untuk jangka waktu 3, 6 dan 12 bulan. Untuk pinjaman tunai, bunga dikenakan antara 2,95% hingga 4% per bulan untuk jangka waktu 3 hingga 6 bulan. idscore.id sudah diberi izin oleh OJK, jadi tidak perlu dipertanyakan keamanannya.

Pengajuan Kredit Tunai Anda Gagal? Simak Alasan Berikut ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *