Mempelajari pola yang dimiliki trader forex sangat penting dan harus dilakukan oleh trader. Pola-pola yang ada di forex merupakan dasar-dasar yang harus dipahami oleh para pemula yang berniat masuk dan trading forex. Tanpa fondasi yang baik, sangat sulit bagi Anda untuk mencapai manfaat yang akan Anda peroleh.

Di utas ini, kami akan memberi tahu Anda semua tentang model baji atas dan bawah.

Wedges sedang naik

Rising Wedge berfungsi sebagai sinyal pembalikan atau pembalikan harga suatu pasangan mata uang. Jika pola rising wedge terbentuk setelah pergerakan harga meningkat, maka kemungkinan besar akan muncul sinyal pembalikan yang kuat.

Pola Wedge dibentuk mulai dari tren naik dalam pergerakan harga dari pasangan mata uang dan dengan demikian membentuk harga tertinggi. Selain itu, saat mencapai level resistance, akan terjadi pembalikan setelah terjadi konsolidasi harga di kisaran yang terus naik dan turun seolah membentuk pola wedge.

Dengan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pola rising wedge akan mengindikasikan pembalikan pergerakan harga dari pasangan mata uang.

Ketika rising wedge yang terbentuk setelah terbentuknya pola pergerakan ke atas, maka rising wedge tersebut dapat dikatakan berfungsi sebagai sinyal pembalikan arah. Namun, jika didahului oleh pola gerakan ke bawah, rising wedge bertindak sebagai sinyal kontinu.

Irisan jatuh

Sama seperti model wedge naik, model descending wedge juga dapat digunakan sebagai sinyal mundur atau kontinu. Satu-satunya perbedaan adalah fungsi yang berlawanan dan berkerumun dalam pola grafik bullish.

Pola bearish wedge sebagai sinyal reversal selalu diawali dengan pergerakan harga yang cenderung menurun. Ini akan diikuti oleh konsolidasi harga di kisaran menurun dan menyempit di kisaran tersebut. Ketika jatuh ke level support, harga siap untuk para pengungsi dan naik.

Selanjutnya ada juga pola bearish wedge yang digunakan sebagai sinyal berkelanjutan dengan terlebih dahulu membentuk pergerakan harga trend naik atau bullish.

Saat terjadi konsolidasi, harga berada dalam kisaran tren turun dan menurun dalam kisaran tersebut. Jika turun ke level support, harga bersiap untuk breakout besar dan melanjutkan pola pergerakan sebelumnya.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pembentukan pola descending wedge merupakan kecenderungan untuk menunda trend naik yang terbentuk sebelumnya.

Target profit dapat diperoleh dengan mengukur ketinggian pola dan kemudian memproyeksikannya ke titik breakout di level resistance.

Hal yang harus selalu diingat adalah ketika menggunakan teknik analitik sebagai alat trading forex, Anda harus selalu ingat untuk menerapkan manajemen risiko dan tidak terlalu rakus saat mengejar keuntungan.

Mengenal Lebih Jauh Pola dan Cara Menggunakannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *